Ramalan

Terlalu angkuhkah kita sehingga berani menilik rahasia-Nya yang akan terjadi esok lusa?”

Source: nowstar.net

Arif Ardiasmono

Sherly melihat butiran-butiran kohesi air di kaca jendela kamarnya. Di luar terlihat gerombolan tetes-tetes air hujan membasahi tanah di sekitar rumahnya. Wajah Sherly yang biasanya ceria kali ini agak tertekuk karena dia telah dibohongi oleh ramalan cuaca di aplikasi laptop-nya. Sejam yang lalu tertulis cuaca akan berawan dengan kemungkinan hujan 0% dan sempat membuat hatinya bahagia. Hujan yang tak disangka ini membatalkan pertemuannya dengan Reihan, kekasihnya setelah cukup lama mereka saling lost-contact dan long-distance relationship karena si cowok pulang ke Adelide untuk menjenguk ayahnya yang sakit.
Sherly sempat khawatir karena sudah 66 hari dia tak mendapat telfon ataupun pesan dari Reihan di media sosial pun dia tak dapat dihubungi. Pesan yang ia tulis di chat, wall dan twitter-nya seolah-olah tak digubris oleh si cowok yang telah berhubungan dengannya selama enam bulan itu. Sempat juga Sherly melihat ramalan zodiaknya yang mengharuskan dia merelakan cintanya di kolom asmara. Seminggu yang lalu ketika…

View original post 207 more words

Advertisements

Aku Pun Sadar

Aku pun sadar 2

Tidak biasanya Adnan memulai percakapan, tiba-tiba saja dia memanggil Ruki tapi setelah ditoleh dianya malah melamun, seperti membayangkan sesuatu.

“Ada apa,  Adnan?” tanya Ruki sambil sambil mengibaskan tangan di depan mata Adnan dan menyadarkan lamunannya.

Kondisi kelas terlalu ramai jadi tak ada yang menyadari Adnan. Ruki mungkin sedikit terkejut karena biasanya dialah yang memulai pembicaraan dengan rekan semejanya itu. Adnan pun menceritakan semua masalahnya. Ruki mengangguk-angguk entah paham atau tidak. Pada penghujung cerita dia membicarakan ide konyolnya.

“Jadi, Continue reading