Aku Suka Bulan Desember

debbowen.com/wp-content/uploads/2014/02/cockle-shells-for-posts.jpg

“Yee, aku nomer satu!” seru Omi ketika menyentuh tangga pos penjaga pantai.

Disusul olehku, “Tidak buruk juga, kudengar kau ikut klub atletik ya sewaktu SMA?”

Rifky dan Ninda sampai bersamaan.

“Kalian ini! Malah pacaran,” seruku.

“Udah … lama tau … aku gak lari … lari kayak gini,” jawab Ninda patah-patah.

Rifky memilih untuk ngos-ngosan ketimbang meladeniku.

“Berarti nanti kamu gendong aku balik ya, Nin!” pintaku menagih janji dan Ninda pun mau tak mau harus mengangguk.

Omi terlihat memungut sesuatu di atas pasir.

“Apaan tuh, Om?” tanyaku. Continue reading

Advertisements

Aku Suka Bulan Desember

Aku suka bulan Desember. Di penghujung tahun aku bisa menikmati semilir sejuknya angin muson yang membawa banyak uap air dari samudera. Rintik hujannya yang membawaku ke dalam kenangan-kenangan kelam masa lalu. Sorenya yang sepanas siang hari membasahkan baju membuatku ingin menceburkan diri ke sungai. Mendungnya yang membatalkan semua rencana untuk keluar rumah seakan menyuruh untuk tetap meringkuk di kamar. Paginya yang beraroma lembut menyapa hidung untuk menghirup oksigen sebanyak mungkin. Serta malamnya yang tenang dan begitu cepat membawaku ke alam mimpi. Tapi, yang terpenting dari semua itu adalah berakhirnya seluruh kegiatan semester ganjil. Masa-masa sulit ujian akhir yang telah terlewati dan menyisakan panjatan doa untuk hasil yang terbaik. Continue reading