achievement cap celebration ceremony

Photo by Pixabay on Pexels.com

Pelataran dipenuhi mahasiswa yang tengah berkumpul menunggu giliran memasuki gedung. Baju hitam kebesaran, topi berwarna senada dengan bandul kecil tergantung di depan, samir yang terkalung dileher menghiasi hampir semua anak muda di situ. Beberapa wanita memoles wajahnya agar tampak elok saat tampil di hadapan berribu pasang mata di dalam nanti.

Pagi itu atmosfer diselingi rasa keceriaan dan kepuasan akan suatu pencapaian. Tak ada kesedihan ataupun duka, tidak di hari yang indah itu. Begitu pula untuk Aliza, dia tak boleh menunjukkan sedikit pun raut itu. Sebisa mungkin dia harus Continue reading

Advertisements

Begitu sang hilal menampakkan dirinya menggantikan bulan yang telah mati, dimulailah satu bulan yang baru. Bulan Sya’ban si penghubung kedua bulan yang mulia pun telah usai menunaikan tugasnya. Kini bulan suci yang telah ditunggu-tunggu oleh hampir seluruh makhluk hidup di dunia pun tiba. Sang bulan suci Romadhon. Bulan dimana Tuhan mewajibkan ciptaannya yang paling mulia untuk menjalankan ibadah suci yang hanya datang sekali setiap tahunnya. Ibadah untuk menahan diri dari segala macam godaan dan hawa nafsu yang dapat menyeret mereka ke dalam pusaran maksiat.

Dan kau tahu? Di saat itu pula Ridwan, malaikat penjaga surga menitahkan seluruh anak buahnya untuk membuka pintu-pintu di belakang mereka selebar-lebarnya agar tempat itu dapat mengenali calon-calon penghuninya, yaitu siapa-siapa saja yang gemar melakukan kebajikan semata-mata hanya untuk Sang Pencipta. Sedang disisi lain para malaikat pemburu telah siap dengan senjata di tangan masing-masing. Ada yang membawa busur panah dengan nyala api neraka, ada pula yang memikul gadam super besar yang dapat meluluhlantakkan suatu kota dalam satu pukulan, juga ada yang memegang besi berwarna merah membara. Mereka akan memburu makhluk paling hina dari yang paling hina.

Sekembalinya bulan Romadhon setelah satu tahun berkelana menjadi satu perintah bagi para malaikat ini untuk menyeret iblis beserta semua keturunannya ke dalam neraka, satu-satunya tempat mereka kembali. Malaikat-malaikat pemburu itu pun bertebaran di muka bumi mencari di seluruh pelosok dan sudut dunia untuk menemukan makhluk yang gemar menggoda manusia itu. Di pasar, di tempat maksiat, di kandang-kandang unta semuanya tanpa terkecuali mereka susuri dan begitu berjumpa malaikat pemburu ini melesatkan panah api tepat mengenai dada jin dan syaitan. Mereka akan membelenggu para makhluk sombong ini dengan rantai besi yang menyala-nyala dan menyeret mereka dengan paksa menuju ke seburuk-buruknya tempat untuk kembali, Jahanam. Setelah kerak neraka itu penuh sesak dijejali oleh penghuninya, malaikat Malik penjaga neraka pun memerintahkan malaikat penjaga lain untuk menutup pintu-pintunya serapat mungkin agar mencegah makhluk-makhluk penyesat ini dari menodai kesucian bulan Romadhon.

Wawancara Kerja

Salim telah berdiri di depan gedung sebuah perkantoran dimana dia akan diwawancara. Dilihat dari tingginya kemungkinan bisa mencapai 30 lantai atau mungkin lebih, mengingat tempat wawancara berada di lantai 36. Sejenak menggeleng takjub, dirinya masih belum percaya bila akan bekerja di perusahaan yang cukup banyak diminati orang-orang. Akhirnya setelah menanti sekian lama, terombang-ambing dalam ketidakpastian dia dipanggil juga. Kakinya pun mulai melangkah mantap memasuki bangunan itu.

Banyak karyawan berpakaian eksekutif sesampainya dia di depan lift. Mereka juga menunggu angka penunjuk menurun menjadi satu. Sedikit mencuri dengar pembicaraan mereka, Salim mengulas senyum tipis. Dirinya bertanya-tanya akankah kelak topik bahasan dengan koleganya akan seperti itu. Kebanggaan pun muncul di dadanya.

TING!!!!!!

Begitu pintu terbuka keluarlah Continue reading