Bukan Milikku

Momok yang ditunggu-tunggu akhirnya datang. Segala bentuk persiapan yang telah dilakukan akan diuji dan doa-doa yang telah dipanjatkan akan terbukti. Selama empat hari ini siswa dan siswi disibukkan dengan pembuktian diri seberapa bisa mereka menyerap ilmu yang telah diberikan tiga tahun belakangan.

Seusai huru-hara ujian nasional, Nia dan kawan-kawannya belum bisa bernapas lega. Mereka masih harus Continue reading

Advertisements

Bukan Milikku

“Kemarin kenapa kamu balik nggak nunggu aku dulu? Padahal udah kubeliin es campur di jalan,” tanya Rama di kelas keesokan harinya.

“Sorry, Ram. Kemarin beneran ditelfon sama mama,” jawab Nia berbohong.

“Nggak karena ada pasien yang lagi kritis, kan? Atau gara-gara aku nganter Nuri?” ejek Rama.

“Iya, aku cemburu!” seru Nia. Continue reading

Bukan Milikku

PicsArt_08-31-12.55.11

Source: danfinnen.com/wp-content/uploads/2013/10/tabletop-3453.jpg

Tenggat waktu yang diberikan Pak Hasyim selama tiga minggu membuat selama itu pula sepulang sekolah Nia harus berkunjung ke rumah Rama. Selama itu pula kedua remaja itu dapat saling mengerti satu sama lain. Yang tadinya kerja kelompok dihiasi saling ejek jurusan sekarang mereka berdua lebih Continue reading