Bukan Milikku

PicsArt_08-15-05.14.39

Source: Google (edited)

Terdengar suara mesin motor menjauh. Nia pun terbangun. Setengah tak sadar dia mencari penunjuk waktu. Astaga! Pukul 20.10, lima puluh menit lagi ayah, ibu dan kakak-kakak Nia yang ada di toko akan pulang dan Rama masih menikmati tidur nyenyaknya di sofa empuk itu. Nia pun melihat beberapa lembar kertas bertumpuk di depannya. Tumpukan teratas berukuran paling kecil terdapat tulisan. Continue reading

Bukan Milikku

Akhirnya Nia memutuskan sore ini untuk mengerjakan tugas biologi. Sembari menyalakan laptop dan mepersiapkan bahan-bahan tugas, Nia mengerling jam dinding di ruang tengah, pukul empat lebih tiga puluh menit. Padahal perjanjian awal seharusnya mereka sudah mulai bekerja satu jam yang lalu. Di meja sudah tersaji toples-toples penuh camilan. Nia teringat sesuatu, dia pun beranjak ke dapur membuat satu teko penuh es limun. Di tengah keasyikannya memeras limun, terdengar salam dan ketukan pintu. Nia bergegas lari menuju pintu depan dan menjawab salam. Continue reading

Bukan Milikku

PicsArt_08-03-08.36.33

β€œSudahlah. Kau tak akan pernah menjadi dokter. Nilai biologimu aja sama kayak aku. Tinggian aku malah,” ejek Rama untuk ke sekian kalinya setiap kali Nia membicarakan tentang cita-citanya itu kepada teman-temannya.

Nia. Seorang cewek yang duduk di bangku kelas tiga SMA yang tidak sampai tiga bulan lagi dia dan teman-temannya akan menempuh ujian nasional. Seperti anak-anak yang lain, di tahun terakhirnya belajar di SMA Nia juga mempunyai Continue reading