Bukan Milikku (Selesai)

PicsArt_10-11-10.14.01

timeinc.brightcove.com.edgesuite.net/rtmp_uds/293884104/201708/63/293884104_5534280418001_5534275413001-vs.jpg?pubId=293884104&videoId=5534275413001

“Kamu nggak apa-apa kan, Ram?”

“Ini udah lima kalinya kamu bertanya. Aku baik-baik sa–“ suara Rama terputus, dia menghembuskan napas panjang.

Sejenak lengang.

“Ram, kita udah enam tahun saling kenal. Sejak SMP kita selalu ikut organisasi yang sama. Aku mengerti dengan jelas mana wajah Rama yang baik-baik saja dan yang sedang kepikiran sesuatu. Kamu mungkin bisa menyembunyikannya dari orang lain tapi tidak dariku. Ayolah Ram, ceritalah. Tak biasanya kau selalu mengalihkan pembicaraan saat aku bertanya keadaanmu. Berarti ini masalah serius.”

“Nuri, kau memang hebat. Bisa dibilang kau cewek yang paling mengerti aku setelah ibuku.”

“Jadi ada apa? Jangan seenaknya mengganti topik pembicaraan!” Continue reading

Advertisements

Bukan Milikku

Momok yang ditunggu-tunggu akhirnya datang. Segala bentuk persiapan yang telah dilakukan akan diuji dan doa-doa yang telah dipanjatkan akan terbukti. Selama empat hari ini siswa dan siswi disibukkan dengan pembuktian diri seberapa bisa mereka menyerap ilmu yang telah diberikan tiga tahun belakangan.

Seusai huru-hara ujian nasional, Nia dan kawan-kawannya belum bisa bernapas lega. Mereka masih harus Continue reading

Bukan Milikku

“Kemarin kenapa kamu balik nggak nunggu aku dulu? Padahal udah kubeliin es campur di jalan,” tanya Rama di kelas keesokan harinya.

“Sorry, Ram. Kemarin beneran ditelfon sama mama,” jawab Nia berbohong.

“Nggak karena ada pasien yang lagi kritis, kan? Atau gara-gara aku nganter Nuri?” ejek Rama.

“Iya, aku cemburu!” seru Nia. Continue reading

Bukan Milikku

PicsArt_08-31-12.55.11

Source: danfinnen.com/wp-content/uploads/2013/10/tabletop-3453.jpg

Tenggat waktu yang diberikan Pak Hasyim selama tiga minggu membuat selama itu pula sepulang sekolah Nia harus berkunjung ke rumah Rama. Selama itu pula kedua remaja itu dapat saling mengerti satu sama lain. Yang tadinya kerja kelompok dihiasi saling ejek jurusan sekarang mereka berdua lebih Continue reading

Bukan Milikku

PicsArt_08-31-12.52.30

Source: www.askideas.com/media/72/Ice-cream-stick-craft-house.jpg

Jarak toko kelontong dengan rumah Rama tidak begitu jauh jadi mereka berdua hanya berjalan kaki. Menit-menit pertama sunyi tanpa obrolan. Rama hanya berjalan santai dan diikuti Nia dibelakang sembari menikmati lingkungan sekitar.

“Eh, Nia!” seru Rama, yang dipanggil menoleh.

“Kenapa sih kamu ngebet banget jadi dokter? Padahal nggak gampang kan masuknya? Udah gitu mahal lagi biayanya,” lanjutnya.

Nia tersenyum, “Gimana ya? Continue reading

Bukan Milikku

PicsArt_08-25-05.17.10

s-media-cache-ak0.pinimg.com/originals/d6/01/d7/d601d7ab05af6451ae8b68fed69cf547.jpg

Keesokan harinya sepulang sekolah Nia berjalan mendekati gerbang. Banyak anak yang keluar gerbang sekolah untuk jajan, menunggu jemputan atau sekadar berbincang dengan yang lainnya. Terlihat Rama dan Mono yang tengah asyik mengobrol lalu keduanya menoleh ke Nia sesampainya dia di gerbang. Mono pamit duluan dan mulai pergi dengan mengayuh sepedanya.

“Kamu dijemput?” tanya Rama memulai percakapan.

Nia menggeleng, “Aku pakai motor sendiri.”

“Kenapa nggak dibawa sekalian? Kamu mau nanti pulangnya jalan? Aku nggak mau nganter kamu balik ke sini lagi ya,” Rama mulai menyulut. Continue reading